Kalau kebutuhan utama Anda adalah kursi ketiga untuk perjalanan keluarga rutin mudik, antar-jemput sekolah beramai-ramai, atau liburan akhir pekan dua model Mazda yang relevan adalah CX-8 dan CX-80. Berikut perbandingan konkret keduanya supaya Anda tidak perlu menebak-nebak.
|
Aspek |
Mazda CX-8 |
Mazda CX-80 |
|
Harga mulai (OTR) |
Rp828.800.000 |
Rp1.199.900.000 |
|
Kapasitas |
6–7 penumpang (tergantung varian) |
6 penumpang (captain seat baris 2) |
|
Mesin |
2.5L Skyactiv-G, 187 PS/252 Nm |
2.5L e-Skyactiv PHEV |
|
Bagasi (kursi 3 terisi) |
209 liter |
Lebih lega, mendukung konfigurasi kargo rata |
|
Bagasi (kursi 3 dilipat) |
742 liter |
Bertambah signifikan dengan lantai rata |
|
Fitur unggulan |
Kabin senyap (kaca laminated ganda), audio Bose |
Mode listrik ±60 km, captain seat ventilated |
CX-8 dirancang untuk konsumen yang butuh kapasitas angkut setara MPV besar tapi tidak ingin kesan "mobil keluarga yang membosankan". Mesin 2.5L Skyactiv-G non-turbo menghasilkan tenaga 187 PS dan torsi 252 Nm — cukup untuk cruising santai di jalan tol maupun perjalanan luar kota dengan muatan penuh.
CX-80 menyasar segmen yang sama tapi dengan positioning flagship. Baris kedua menggunakan captain seat sebagai standar (bukan opsi), dan baris ketiga bisa dilipat rata dengan lantai kabin untuk fleksibilitas bagasi maksimal.
Yang membedakan CX-80 secara signifikan adalah sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle-nya: kombinasi mesin bensin 2.5L dan motor listrik bertenaga baterai 17,8 kWh yang bisa menempuh sekitar 60 km dalam mode listrik penuh. Untuk keluarga yang rutin menempuh jarak pendek harian (antar-jemput sekolah, commuting kantor) sebelum sesekali perjalanan jauh di akhir pekan, ini berarti penghematan bahan bakar yang signifikan tanpa mengorbankan kapasitas kursi.
Konfigurasi captain seat (dua kursi terpisah di baris kedua, bukan bangku memanjang) memberi setiap penumpang ruang siku dan sandaran individual, mengurangi gesekan bahu antar-penumpang saat perjalanan panjang. Ini kenapa baik CX-8 maupun CX-80 sama-sama mengadopsi konfigurasi ini di baris kedua — perbedaannya, CX-80 menjadikannya standar di semua varian sementara CX-8 hanya di varian tertentu.
Pilih CX-8 kalau:
Budget maksimal di kisaran Rp830 juta – Rp1 miliar
Anda butuh fleksibilitas 7 kursi (bukan hanya 6)
Prioritas Anda adalah value for money dengan mesin bensin konvensional
Pilih CX-80 kalau:
Anda mengutamakan efisiensi bahan bakar harian lewat mode listrik
Captain seat standar di semua varian adalah prioritas
Budget di atas Rp1,1 miliar tidak menjadi masalah
Untuk konteks lebih luas soal posisi kedua model ini dibanding SUV Mazda lain, baca Jenis Mobil SUV Mazda: Panduan Segmen dari Compact hingga Flagship dan SUV Mewah Mazda: Membedah CX-60 dan CX-80.
Apakah CX-8 tersedia dalam konfigurasi 7 kursi? Ya, CX-8 menggunakan bangku baris kedua (7 penumpang).
Apakah CX-80 bisa diisi bensin biasa tanpa mengisi daya listrik? Bisa. Sistem PHEV tetap berfungsi sebagai hybrid konvensional meski baterai tidak diisi ulang secara eksternal. Selain itu, dengan regenerative system ketika berjalan dengan mode bensin, listrik akan mengisi ulang sesuai dengan pengaturan di Mazda CX-80, meski efisiensi optimal tetap dicapai dengan pengisian daya rutin.
Mana yang bagasinya lebih besar saat kursi ketiga terpakai penuh? Berdasarkan data resmi, CX-8 memiliki kapasitas 209 liter dengan tiga baris terisi. Untuk angka pasti CX-80, sebaiknya cek brosur resmi terbaru karena konfigurasi kargo PHEV bisa berbeda dari model bensin biasa.
Bawa keluarga Anda untuk mencoba langsung kenyamanan captain seat di kedua model ini. Book a test drive atau temukan dealer terdekat.